KAUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Hewan ternak di Kabupaten Kaur kembali buat ulah. Setelah sempat mengheningkan cipta selama MTQ ke-35, hewan ternak kembali ke jalan raya. Akibatnya, kecelakaan lalulintas pun terulang. Seperti halnya yang dialami oleh Kades Padang Leban Kecamatan Tanjung Kemuning, Jaya Wardhana ditabrak kerbau dijalan lintas sumatera Desa Selika I pada malam hari.
Kejadian ini membuat mobil mega carry yang dikemudikan Kades ringsek dibagian depan. Usai menabrak mobil, dua ekor kerbau kembali melarikan diri ke kebun sawit milik warga. Pada saat kejadian, Kades melaju dengan kecepatan 40 KM perjam dari arah Bintuhan usai menutup stand bazar MTQ.
Saat melaju di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tiba-tiba dua ekor kerbau melompat dari sisi badan jalan tepat dibagian bemper depan mobil. Tak ayal, mobil mengalami kerusakan cukup parah. Lampu pecah, kap mesin penyok dan bagian pinta samping ikut rusak.
Atas kejadian ini, perbaikan mobil mencapai Rp 5 juta lebih. Sementara, pemilik kerbau hingga saat ini tidak ada itikad baik untuk mengganti kerugian korban.
Kecelakaan yang disebabkan hewan ternak pada malam hari bukanlah pertama kalinya. Namun, sudah sering terjadi. Akan tetapi tidak menimbulkan kesadaran peternak untuk mengandangkan hewan peliharaannya dengan baik.
Ternak berkeliaran sangat membahayakan keselamatan pengendara dijalur lintas sumatera. Penegakkan hukum atas Peraturan Daerah (Perda) tentang hewan ternak perlu ditingkatkan lagi. Sehingga, hewan ternak tidak lagi mengancam keselamatan jiwa pengendara dijalan raya dapat diminimalisir.(amr)





