LINTAS NUSANTARA.ID, KAUR – Persoalan sampah seakan tak memiliki ujungnya. Belum tersedianya lokasi penampungan sampah akhir, aliran sungai atau siring menjadi pilihan bagi masyarakat membuang limbah Rumah Tangga (RT). Akibatnya, siring atau sungai kerap tersumbat dan menyebabkan banjir saat hujan deras.
Kondisi ini dialami warga Desa Selika I Kecamatan Tanjung Kemuning. Siring saluran irigasi dipenuhi sampah limba RT. Akibatnya, aliran air tersebut dan kerap kali banjir dan meluber keluar siring. Banyaknya sampah limbah RT ini bukan hanya menimbulkan tersumbatnya air. Limbah RT yang mengapung di siring juga menimbulkan bau busuk.
“Diharapkan masyarakat tidak lagi membuang sampah disiring. Mengingat banyak dampak negatifnya,” ujar salah seorang warga desa setempat, Ujang Yadi (46), Minggu (14/3/2021).
Sementara itu, Pjs Kades Selika I, Redial Odemi, S. IP mengatakan, sulit untuk mengatasi sampah RT agar tidak dibuang di aliran siring irigasi. Meskipun sudah dipasang papan informasi larangan buang sampah sembarangan, tetap saja banyak yang membuang sampah disiring.
“Tidak tersedianya lokasi pembuangan sampah menjadikan siring dan lahan kosong sebagai sasaran pembuangan sampah,” tuturnya.(amr)





