Dampak Negatif Membuang Sampah Sembarang Tempat

oleh -1,025 views
oleh

Oleh Antonius Sanbein, S. Pd

SAMPAH adalah benda atau barang yang bersumber dari hasil kegiatan manusia, dan juga dari proses alam. Sepintas kita lihat, sampah tidak bernilai ekonomis, karena tidak dapat digunakan kembali untuk menghasilkan keuntungan. Walaupun demikian, tersebab perkembangan teknologi zaman ini, sampah sebagai barang-barang bekas, dapat kembali diolah dan menghasilkan uang. Praktek ini dikenal dalam literasi sains.

Dalam konsep alam, sebenarnya tidak ada yang namanya sampah. Yang ada hanya material yang dihasilkan selama atau sesudah proses alam itu berlangsung. Pada zaman digital ini, berbagai permasalahan muncul. Salah satunya, terkait dengan pengolahan sampah. Banyak kali sampah dibuang tidak pada tempatnya.

Kalau kita perhatikan, ulah masyarakat membuang sampah sembarangan memang terjadi di mana-mana. Meskipun banyak upaya sudah dilakukan baik oleh pemerintah maupun pihak lain berupa penyediaan tempat sampah guna menanggulangi problem pembuangan sampah, itupun masyarakat tidak peduli.

Tempat sampah nampaknya tidak berfungsi atau bisa saja karena masyarakat tidak peduli dengan kebersihan lingkungan. Sampah yang berserakan di mana-mana menunjuk jelas bahwa masyarakat memang tidak peduli terhadap lingkungan hidup yang segar dan sejuk.

UU Tentang Pengelolaan Sampah

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, mengartikan sampah sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat. UU juga menyebutkan adanya sampah spesifik sebagai sampah yang karena sifat, konsentrasi, dan atau volumenya, memerlukan pengelolaan khusus.

Sampah yang tidak dikelola dengan baik tentu sangat berpengaruh terhadap lingkungan hidup dan terutama bagi kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Dampak negatifnya kentara sekali dalam bidang kesehatan lingkungan hidup.

Di samping itu, area pembuangan sampah yang kurang memadai dan pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang tidak terkontrol merupakan tempat yang cocok untuk tumbuh dan berkembangnya binatang atau organisme yang dapat menularkan penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan ialah menyebarnya diare, kolera, tifus virus atau bakteri yang berasal dari sampah.

Selain itu juga, sampah yang berwujud cairan dapat merembes ke dalam sungai dan akan mencemari air. Sehingga berbagai jenis makhluk hidup yang ada di sungai termasuk ikan dapat mati, dan bahkan beberapa spesies dalam air pun lenyap. Hal ini dapat berpengaruh terhadap berubahnya ekosistem perairan biologis.

Sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik yang baunya menyengat. Selain berbau kurang sedap, sampah tersebut akan menumpuk dan akan mengakibatkan meluapnya sungai dan terjadilah banjir yang meluap sampai pada perumahan warga.

Pengelolaan sampah yang tidak tepat juga mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Pada kondisi sosial, pengelolaan sampah yang buruk, membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat; bau yang tidak sedap serta mengganggu pandangan mata. Hal tersebut juga memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan.

Aspek Ekonomi

Dari aspek ekonomi, pembiayaan fasilitas umum dapat dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air dikarenakan sungai yang tercemar dan saluran air (got) yang tersumbat dimana-mana. Jika sarana tempat sampah masih tetap berkurang atau tidak efisien, maka orang akan cenderung membuang sampah di sembarang tempat terutama di sungai.

Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan manusia. Hal semacam ini perlu diantisipasi karena akan terjadi peningkatan pembiayaan untuk pengobatan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang berasal dari lingkungan yang tercemar.

Penulis menyimpulkan beberapa penyebab terkait dengan manajemen pembuangan sampah sebagai berikut :

Faktor malas, terdesak, berfikir bahwa petugas akan membersihkannya, kurangnya kesadaran diri, kurang peduli dengan lingkungan sekitar, letak tempat sampah yang jauh, dan tidak menemukan tempat sampah.

Kebiasaan membuang sampah sembarangan perlu diubah dengan memperkuat rasa kepedulian terhadap lingkungan dan bertekad pada diri sendiri untuk melakukan perubahan.(**)

No More Posts Available.

No more pages to load.