Banyak Kecurangan Seleksi PTT, GMNI-PMKRI Gelar Aksi Unjuk Rasa

oleh -1,325 views
oleh
GMNI-PMKRI cabang Kabupaten TTU Provinsi NTT ujuk rasa terkait hasil seleksi PTT, Jumat (8/4/2022).

KEFAMENANU || LINTAS NUSANTARA.ID – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Kefamenanu Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi NTT gelara aks unjuk rasa, Jumat (8/4/2022). Aksi unjuk rasa terkait bobroknya proses seleksi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten TTU. Selain GMNI, PMKRI ikut pula calon PTT yang merasa dicurangi.

Seleksi PTT di Kabupaten TTU dinilai banyak kebobrokan menabrak Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 71 Tahun 2021. Melalui siaran pers yang diterima oleh media ini, Ketua Presidium PMKRI, Kristoforus Bota menuturkan, bahwa hari ini, Jumat (8/4/2022) tidak berhasil menemui Bupati Drs Juandi David dan Wakil Bupati Eusabius Binsasi.

“Kita datang bersama dengan masyarakat dengan tujuan agar mereka dapat menyampaikan aspirasi secara langsung, namun oleh Bupati dan Wakil Bupati hanya menginginkan Perwakilan dari PMKRI 3 Orang, GMNI 3 orang dan perwakilan para calon PTT hanya 2 orang. Padahal sudah jelas-jelas selain kajian kita, keluhan yang ingin disampaikan langsung oleh para C-PTT ini tidak sama dan seharusnya mereka diberikan kesempatan untuk dapat menyampaikan ketidakpuasan yang mereka keluhkan itu,” tutur Kristo.

Karena Bupati dan wakil bupati hanya ingin menemui 6 orang masa aksi dan 2 orang C-PTT, PMKRI menilai bahwa ada suatu ketakutan besar yang PEMDA alami saat ini hingga tidak beranikan diri untuk menemui masa aksi dan juga para C-PTT.

“Kita menilai bahwa ada suatu ketakutan besar yang dialami oleh pemimpin daerah hari ini sehingga tidak beranikan diri untuk menemui kita. Sebab, kita dari PMKRI menduga bahwa Pemimpin daerah kabupaten TTU hari ini secara sengaja membangun konspirasi buruk untuk menciptakan kegaduhan ditengah-tengah masyarakat melalui kebijakan yang sarat kepentingan dan non prosedural serta tidak mempertimbangkan asas kemanusiaan,” kesal Kristo.(ans)

No More Posts Available.

No more pages to load.