Kurangnya respon terhadap gejolak di desa membuat warga terkadang berbuat nekat. Mereka tidak lagi berfikir panjang dan lebih memilih bercerita atau Curhat ke orang luar.
Akibatnya, banyak masalah desa yang menguap diluaran. Dampak negatifnya tentu sangat besar. Khususnya, kepercayaan masyarakat luar akan berkurang apalagi untuk masuk mengembangkan usaha.
Tidak heran jika, banyak persoalan desa yang diungkap melalui media sosial. Bahkan, ada yang berujung pada laporan ke aparat hukum terkait realisasi dan penggunaan anggaran negara.
“Ada beberapa desa yang BPD-nya masa bodoh. Diam tak berkutik menghadapi atau menyelesaikan keluhan masyarakat. Desa banyak menyimpan persoalan, akan menciptakan bom waktu yang kapanpun siap meledak,” ungkap Nusriyan (55) warga Kecamatan Kinal Kabupaten Kaur.





