Makam Po Ru hingga Bunker Jepang Kini Jadi Cagar Budaya Aceh Barat

oleh -400 views
oleh

ACEH BARAT || LINTASNUSANTARA.ID -Jejak sejarah di Kabupaten Aceh Barat kini mendapat perlindungan baru. Tiga objek penting sejarah dan budaya ditetapkan sebagai cagar budaya tahun 2026 oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Aceh Barat, Selasa (22/9/2026).

Ketua TACB Aceh Barat, Dr. Rahmad Syah Putra, M.Pd., M.Ag., menjelaskan, penetapan tersebut tidak dilakukan serta-merta. Prosesnya melalui serangkaian kajian mendalam, penelitian, hingga sidang pleno untuk memastikan nilai historis dan keaslian setiap objek.

“Ketiga objek yang ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2026 meliputi, Makam Po Ru di Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Makam Teuku Meuko di Gampong Kuala Menye, Kecamatan Panton Reu, dan Bunker atau Kurok-Kurok Jepang di Gampong Kuta Padang dan Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan,” sebut Rahmad, Rabu (23/9/2026).

Bagi Rahmad, penetapan tersebut menjadi langkah strategis untuk menyelamatkan sekaligus melestarikan jejak sejarah peradaban dan perjuangan di Bumi Teuku Umar.

“Penetapan tiga objek ini bukan sekadar urusan administratif perlindungan, tetapi bentuk penghormatan kita kepada para leluhur, pejuang, serta saksi bisu sejarah masa lalu.

Ketiga objek sejarah tersebut memiliki nilai edukasi dan sejarah yang sangat tinggi bagi generasi muda Aceh Barat,” katanya.

Selain itu, Kadisdikbud Aceh Barat, Drs. Irwan, M.Si., mengatakan, penetapan ketiga cagar budaya tersebut, akan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konservasi serta pengamanan, baik secara fisik maupun hukum.

“Tugas kita selanjutnya adalah merawat, mengamankan, serta memanfaatkannya sebagai pusat edukasi sejarah publik, dan kami mengajak seluruh masyarakat Aceh Barat untuk bersama-sama menjaga warisan leluhur ini dari ancaman kerusakan,” ujar Irwan.

Dengan penetapan ini sambungnya, daftar cagar budaya yang dilindungi di Kabupaten Aceh Barat kini sudah bertambah lagi.

” Langkah ini sekaligus memperkuat upaya pelestarian identitas budaya lokal dan membuka potensi pengembangan wisata sejarah di masa mendatang,” ungkap Irwan.(*)
(BD)

No More Posts Available.

No more pages to load.