Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan komitmen Polri untuk memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) dalam menghadapi kejahatan modern yang semakin kompleks dan lintas negara.
Komitmen tersebut disampaikan saat menerima kunjungan kehormatan Direktur FBI Kash Patel beserta delegasi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).
Kapolri menyebut FBI merupakan salah satu mitra strategis Polri dalam penanganan kejahatan transnasional. Menurutnya, hubungan kedua lembaga perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai ancaman kejahatan global.
“Saya berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Polri dan FBI serta menjadi momentum penguatan kerja sama dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara yang semakin kompleks,” ujar Kapolri.
Kerja sama Polri dan FBI telah memiliki dasar melalui Letter of Intent tentang pengembangan kapasitas serta pencegahan dan penanggulangan kejahatan transnasional yang ditandatangani pada 5 Juli 2019 dan berlaku hingga 2029.
Kapolri mengungkapkan, sebanyak 286 personel Polri telah mengikuti berbagai program peningkatan kapasitas bersama FBI. Program tersebut dinilai berkontribusi dalam meningkatkan profesionalisme dan kemampuan teknis personel menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern.
Selain pengembangan kapasitas, Kapolri mendorong optimalisasi Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) sebagai pusat pelatihan aparat penegak hukum internasional yang telah melibatkan peserta dari 101 negara, termasuk Amerika Serikat.
Dalam pertemuan itu, Kapolri juga menyoroti meningkatnya ancaman kejahatan siber, seperti pig butchering, love scam, Business Email Compromise, phishing, ransomware, penipuan investasi, pencurian identitas, hingga penyalahgunaan aset kripto. Ia berharap kerja sama operasional diperkuat melalui pertukaran intelijen, pelacakan aliran dana, pemulihan aset, dan koordinasi yang lebih efektif.
Kapolri turut mendorong penguatan kolaborasi dalam penanggulangan terorisme, khususnya menghadapi radikalisasi daring, ekstremisme berbasis kekerasan, investigasi komunikasi digital, serta perlindungan masyarakat dari propaganda terorisme.
Selain itu, kerja sama juga diharapkan semakin diperkuat dalam pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan penyelundupan manusia melalui pertukaran informasi dan pengungkapan jaringan kejahatan lintas negara.
“Polri berkomitmen menjadi mitra yang dapat diandalkan FBI dalam memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional melalui pertukaran informasi, kerja sama operasional, pengembangan kapasitas, dan penyelesaian perkara yang menjadi perhatian bersama,” tegas Kapolri.
Kunjungan Direktur FBI diharapkan semakin memperkuat kolaborasi Polri dan FBI dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan transnasional serta mendukung terwujudnya keamanan di tingkat nasional maupun internasional.(MFP)





