BENGKULU UTARA || LINTAS NUSANTARA.ID — Layanan listrik negara di Kabupaten Bengkulu Utara dinilai tidak maksimal oleh konsumen. Pasalnya, tiada hari tanpa pemadaman listrik. Kerapnya mati lampu menyebabkan konsumen emosi. Karena, pemadaman tigak terkonfirmasi ini dilakukan lebih dua kali dalam sehari.
Selain itu, konsumen kerap mengeluhkan banyaknya peralatan rumah tangga dari elektronik yang rusak. Akibatnya, bukan hanya gelap pada malam hari. Namun, juga menimbulkan kerugian bagi konsumen.
Bahkan, bagi pelaku usaha yang menggunakan jasa elektronik merugi karena tidak dapat membuka usahanya. Karena itu, konsumen listrik di Kabupaten Bengkulu Utara berharap ada peningkatan layanan oleh PLN.
Konsumen juga minta pemerintah daerah atau DPRD memanggil manajemen PLN untuk dimintai keterangan terkait pemadaman yang tidak teratur. Sehingga, dapat mencari solusi guna mengatasi krisis listrik di Bengkulu Utara dengan maksimal.
“Pemadaman listrik terjadi hampir setiap hari. Khususnya pada jam magrib, subuh dan siang maupun malam. Pemadaman kerap terjadi setiap hari dijalur Kabupaten Lebong,” ujar Wawan Ersanovi (40) warga Prumnas Lama Kota Arga Makmur, Jumat (5/11/2021).
Hal senada juga diungkap Iswan (39) warga Desa Senali Kecamatan Kota Arga Makmur, pemadaman listrik yang tidak teratur ini banyak menimbulkan kerusakan pada peralatan elektronik. Mirisnya laigi, saat konsumen telat bayar tagihan, dikenakan sanksi denda keterlambatan.
“Pemadaman kerap terjadi setiap hari. Pada akhir bulan masa tagihan, PLN menerapkan sanksi denda kepada konsumen,” ungkapnya.(nadit)





