SURABAYA || LINTASNUSANTARA.ID – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 1 Kota Surabaya melaksanakan kegiatan tahunan berupa, Pondok Ramadan 1445 Hijriah.
Kegiatan tersebut dipusatkan pada Aula SMK PGRI 1 Kota Surabaya, di gelar selama 3 hari, terhitung mulai tanggal 14 sampai 16 Maret 2024 mendatang dengan diikuti 270 siswa bersama dewan guru.
“Dasar pelaksanaan kegiatan Pondok Ramadan ini adalah, program kerja kita mengacu pada Permendikbudristek, Permenag, dan edaran surat Menteri Agama Republik Indonesia. Jadi, kami mendasar itulah juga mendapat pengawasan dari Kemenag,” kata Kepala SMK PGRI 1 Kota Surabaya, Dra. Dwitanti Nuzululliana, M.M., dalam keterangannya diterima lintasnusantara.id, Kamis (14/3/2024).
Dia menyebut, dalam Pondok Ramadan ini di ikuti siswa kelas X. Ada beberapa materi ilmu yang tersampaikan langsung oleh Kemenag. Untuk materinya itu ditekankan pembinaan ilmu tauhid dan fiqih kepada siswa.
“Setiap saat kami juga menyampaikan dan supaya diterapkan ke murid selalu meningkatkan keimanan. Kami meminta bekal teori Pondok Ramadan ini tidak hanya di pahami maupun di dengarkan, namun diterapkan kesehariannya,” pesan Tanti.
“Implementasi keseharian tersebut agar tetap ada. Jadi, tidak hanya sekedar menerima teori saja, tidak. Semua harus dilaksanakan sesuai dengan didapatkan ketika pelaksanaan Pondok Ramadan ini yang tersampaikan ilmu tauhid maupun fiqih oleh bapak atau ibu guru,” tuturnya lagi.
Selanjutnya, sesi kegiatan Pondok Ramadan SMK PGRI 1 Kota Surabaya Jum’at (15/3) dan Sabtu (16/3), dilakukan ibadah sholat tarawih bersama berlanjut dengan penutupan.
Oleh karena itu, Tanti berharap, melalui Pondok Ramadan diadakan ini agar anak didiknya punya bekal wadah keimanan yang kuat.
“Kami harapkan, anak-anak mendapat bekal iman lebih baik. Jangan sampai mereka tidak memiliki etika,” paparnya.
Dengan pembekalan materi Pondok Ramadan ini, sambung Tanti, supaya murid memperoleh ilmu agama, hingga etika yang baik.
“Itupun saat setiap jam pelajaran, kami juga selalu menerapkan budi pekerti dan agama melalui Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tersebut,” pungkasnya. (hyt/nvz/amr)





