SURABAYA || LINTASNUSANTARA.ID – Zookeeper, atau penjaga kebun binatang adalah, profesi yang biasa menjumpai di kebun binatang. Tingkat keamanan bagi keeper ketika mendampingi satwa mekanisme memperoleh pelatihan dari para ahli.
Sehingga, tiap kali datang profesi keeper tugas pokoknya adalah merawat seluruh satwa yang berada di Kebun Binatang Surabaya (KBS)
“Jadi, keeper satwa ini sudah di latih sebelumnya oleh ahli dan tugas pokok keeper merawat semua satwa,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Humas PDTS KBS, Lintang Ratri Sunarwidhi kepada lintasnusantara.id, Rabu (1/5/2024).
Mewakili Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) Khoirul Anwar, Lintang mengatakan, keeper ketika datang ke KBS merawat seluruh satwa.
Ketika keeper mencurigai satwa kondisinya kurang memungkinkan, mereka harus melapor ke Kepala bagiannya maupun dokter menangani satwa sehingga adanya perawatan.
Setelah melakukan rutinitas tersebut, sambung Lintang, jika ada satwa dimanfaatkan untuk lebih dekat dengan pengunjung, seperti feeding time (jadwal pemberian makan). Maka, keeper sebagian akan keluar untuk melakukan tugas tambahan.
“Ada sebagian lagi keeper satwa ini tinggal di tempat kandang untuk pengamatan satwa,” kata Lintang.
Untuk semua keeper, lanjut dia, sebelum melakukan aktivitas tugasnya mereka di bekali handling satwa. Itu pun diajarkan seluruh keeper.
“Kita akan lengkapi keeper dengan keperluan perlengkapan serta pengamanan,” sebut Lintang.
Masih kata Lintang, dengan cara menghadapi satwa yang keadaannya kurang tepat seperti agresif, para keeper biasanya sudah hafal sekali. Jadi, tetap akan berhati-hati juga tidak terlalu dekat dengan satwa yang di rawatnya.
“Biar satwa ini interaksinya tidak terlalu dekat dengan keeper. Mereka (keeper-red) harus mengetahui karakter satwa saat mengalami agresif,” paparnya.
“Bahkan satwa juga tidak akan di tampilkan keluar kandang. Sehingga supaya tidak bersentuhan langsung dengan pengunjung,” imbuh Lintang.
Lintang menambahkan, memberikan pelayanan KBS bagi pengunjung ketika bersentuhan langsung dengan satwa, seperti unta, gajah, dan jerapah keeper juga memastikan satwa ini benar-benar aman.
“Kita pastikan satwa aman ke pengunjung. Jika terjadi sesuatu mengakibatkan satwa agresif keeper harus tahu mengendalikannya. Sudah kita berikan pelatihan rutin untuk keeper satwa. Intinya, tetap waspada dan tidak boleh lengah sedikit pun bagi keeper KBS ini ,” pungkasnya. (hyt/nvz/amr)






