SMK PGRI 1 Surabaya Bagikan 640 Bungkus Daging Sapi di Hari Raya Idul Adha 2024

oleh -1,312 views
oleh
Kepala SMK PGRI 1 Surabaya Dwitanti Nuzululliana (tengah), didampingi Waka Sarpras Yayuk (kanan), membagikan bungkusan daging sapi ke masyarakat. (Dok.lintasnusantara.id)

SURABAYA || LINTASNUSANTARA.ID – SMK PGRI 1 Kota Surabaya menggelar peringatan Hari Raya Idul Adha 2024 Masehi 1445 Hijriah dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

Agenda rutin tahunan SMK PGRI 1 Kota Surabaya itu dihadiri kepala sekolah (Kepsek) Dwitanti Nuzululliana, bersama wakil kepala (Waka) sarana prasarana (Sarpras) Yayuk, dewan guru, dan peserta didik, beserta pengurus OSIS.

Kegiatan yang termasuk dalam program pendidikan religi serta karakter tersebut mengajarkan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial kepada lingkungan sekolah maupun seluruh masyarakat sekitar.

“Makna Idul Adha melalui kurban ini, adalah mengajarkan keagamaan mendidik anak-anak dengan baik,” ujar Kepala SMK PGRI 1 Kota Surabaya Dwitanti Nuzululliana, Senin (17/6/2024).

Untuk hewan kurban di SMK PGRI 1 Kota Surabaya terdapat 2 (dua) ekor sapi. Sekitar 640 bungkus daging sapi yang sudah di sembelih secara teknis halal terbagikan secara menyeluruh.

“Kita bagikan kepada masyarakat sekitar ada 250 bungkus daging sapi, untuk siswa sekitar 120 bungkus daging sapi, dan pengurus OSIS 50 bungkus daging sapi, serta dewan guru 50 bungkus daging sapi, panti asuhan 30 bungkus daging sapi, hingga sisanya terbagikan ke kaum dhuafa ada 140 bungkus daging sapi. Jadi, totalnya ada 640 bungkus daging sapi,” katanya.

Tanti mengungkapkan, dengan momen Idul Adha ini untuk mendidik karakter siswa meneladani kisah inspiratif dan menyentuh hati yang dilakukan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. Sehingga, setiap perjuangan dalam hidup pasti ada pengorbanan. Yang utamanya melakukan ibadah dengan ikhlas.

“Kami berpesan, untuk siswa supaya menghormati kedua orang tua dan guru yang mendidik di sekolah,” pintanya.

Oleh karena itu, tambah Tanti, dengan kisah Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail dapat mengambil hikmah dijadikan pedoman hidup. Pengorbanan, ketulusan, dan kepatuhan.

“Bekal itu yang dapat kita teladani saat pembelajaran dilakukan pengorbanan, serta di imbangkan rasa ketulusan hati niat bersekolah, maupun kepatuhan terhadap kedua orang tua dan bapak dan ibu guru,” imbuhnya. (hyt/nfz/amr)

No More Posts Available.

No more pages to load.