SURABAYA || LINTASNUSANTARA.ID – Ketua Ruang Wong Alit (Rawit) Kota Surabaya, Kartuji menggelar sambang warga Rangkah Surabaya. Disela-sela sambang itu, Mas Ji panggilan akrab Kartuji masih menjumpai di Kota Pahlawan terdapat kasus anak stunting.
Berawal Mas Ji menerima informasi dari ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Kader Surabaya Hebat (KSH) jika di wilayah Rangkah Surabaya ada salah satu warga mengalami anak stunting.
Seketika itu, bentuk kepedulian kepada masyarakat dan bagian prioritasnya, Mas Ji merespon keluhan lingkungan masyarakat setempat dengan menyambangi ke rumah warga tersebut, Selasa (7/11/2023), kemarin.
“Saya dengan tim Rawit melakukan sambang didampingi ibu PKK dan ibu KSH ke rumah warga yang anaknya terkena stunting,” kata Kartuji, dikonfirmasi via telepon pribadinya, Minggu (12/11/2023).
Kartuji sekaligus calon legislatif (caleg) 2024 dari Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Surabaya menyampaikan, saat sampai di rumah warga Rangkah itu, benar adanya anak mengalami stunting yang usianya 3,5 tahun.
“Kami berikan suplai sesuai kebutuhan untuk anak stunting dengan bahan pokok serta vitamin,” jelasnya.
Caleg nomor urut 9 daerah pemilihan (dapil) 2 Kota Surabaya, Tambaksari, Semampir, Kenjeran, dan Pabean Cantian menuturkan, akan kondisi anak stunting warga Rangkah sangat memperhatinkan.
“Kami cukup prihatin, pertumbuhan dan perkembangan tidak memenuhi standart anak seusianya dengan berat badan sekitar 10 Kg,” tutur Mas Ji, penuh iba.
Pihaknya sempat mengajak komunikasi serta menghibur saat sambang di rumahnya. Untuk fisiknya, anak mengalami stunting cukup kuat.
“Selain stunting, anaknya juga kondisinya prematur. Kita sangat kasihan sekali,” ujar Mas Ji, alumnus SMK PGRI 4 Kota Surabaya angkatan 98 ini.
Pria kelahiran 1980 mengungkapkan, dengan wadah Rawit ini telah mensupport berbekal swadaya mandiri yang diberikan kepada masyarakat setempat yang benar-benar membutuhkan.
“Kami ingin kasus stunting supaya segera mencari solutif agar kedepan zero stunting maupun tidak mengalami gizi buruk. Salah satunya memberikan nutrisi cukup layak,” imbuh Mas Ji.
Kartuji menambahkan, perkembangan anak terkena stunting keadaan mulai membaik saat dirinya menanyakan kepada orang tua.
“Cukup mulai membaik perkembangannya. Pihak pemerintah juga turun tangan memberi asupan gizi sangat layak,” pungkasnya. (hyt/mnf/amr)





