DEKAM FEST 2024 Digelar SMK Ketintang Surabaya Wadah Kreatif Siswa

oleh -889 views
oleh

SURABAYA || LINTASNUSANTARA.ID – Setiap anak mempunyai masing-masing bakat kreatif yang dimiliki. Pameran DEKAM FEST 2024 merupakan wadah siswa siswi SMK Ketintang Surabaya untuk memiliki skill keterampilan dan kreatifitas yang nanti dipergunakannya ketika lulusan dan terjun ke dunia kerja.

Pelaksanaan kegiatan tersebut digelar selama 7 hari, mulai 21 – 28 Oktober 2024 di SMK Ketintang. Siswa siswi menunjukkan bakat dalam pemilihan Putra Putri Sketsa 2024 yang bertujuan sebagai miniatur SMK Ketintang. Saat finalnya siswa di nobatkan sebagai Putra Putri Sketsa, Literasi, Enterpreneur, dan Perundungan, serta Anti Narkoba.

Selanjutnya, kehadiran para guru tamu berbagai industri di SMK Ketintang juga memberikan bekal materi kepada siswa siswi untuk supaya dapat menguasai seputar perpajakan dan akutansi.

Kepala SMK Ketintang Surabaya, Agung Nugroho mengatakan, bahwa kegiatan seperti ini diadakan setelah siswa siswi melaksanakan ujian sumatif tengah semester (STS) atau ujian harian.

“Kita adakan rutin ya, di sini program kegiatan tengah semester (KTS) bersifat setiap kejuruan bisa memberikan nilai tambah (value), baik secara kompetensi maupun budaya kerja ataupun sesuai program P5, khususnya terkait dengan pekerjaan,” ujarnya Agung kepada lintasnusantara.id, Rabu (23/10/2024).

Bukan hanya itu, lanjut kata Agung, anak-anak nantinya salah satu kejuruan Design Komunikasi Visual (DKV) membuat suatu karya (project) yang sifatnya kolaboratif antar jenjang mulai kelas X, kelas XI, dan kelas XII.

“Ini yang harus kita bangun mulai sekarang, membangun kerjasama antara tim. Jadi, menumbuhkan supaya tidak ada rasa ego kejuruan, ego sektoral, maupun ego antar kelas,” ungkap dia.

“Ini juga bisa menyatukan mereka semua, baik antar kelas hingga kejuruan. Kalau DKV mengadakan DEKAM FEST. Kalau kejuruan perkantoran yaitu, outing class di Kampus Ubaya. Kita undang guru tamu dari Gunawangsa Merr, yang mana nanti anak-anak dapat memiliki etika kerja dan budaya kerja,” katanya Agung.

Begitu juga sama, sambungnya, kejuruan akutansi literasi keuangan dilakukan dari industri hingga pun mengundang guru tamu.

“Tujuannya, supaya siswa siswi dapat kreatif, kolaboratif, inovatif, dan membangun kebersamaan, serta kerja secara tim,” jelasnya.

Agung menyebutkan, dalam pameran maupun hadirnya guru tamu kesannya sebagai wadah siswa siswi. Saat dirinya meninjau ke beberapa pameran tersebut antusias pembelajaran outing class (luar kelas) sangat luar biasa menyenangkan.

“Anak-anak bisa menikmati dalam mengerjakan suatu project. Jadi, tidak ada unsur keterpaksaan, tetapi penuh kebersamaan,” ungkapnya.

Di lain sisi, menurutnya, imajinasi anak-anak dapat berkembang. Maka, kata Agung, kreatifitasnya akan muncul. Ide itu akan muncul bukan hanya pada diri kita sendiri, akan tetapi melalui kebersamaan dengan teman-temannya.

“Gagasan dalam membuat suatu project itu kan, di buat secara tim. Supaya anak-anak bisa menghargai pendapat teman-teman yang lain. Bekal inilah, nanti dapat menerapkannya saat terjun ke dunia kerja,” imbuhnya.

Agung menyatakan, penerapan materi pembelajaran cara ini dilakukan pada SMK Ketintang Surabaya. Otomatis anak di gembleng waktu di sekolah.

“Pola pikir atau minset anak diterapkan dan di tanamkan sejak berada di bangku sekolah. Saat memasuki budaya kerja, mereka sudah punya bekal dan di situlah dapat terjun siap melanjutkan kerja,” imbuhnya.

Sementara itu, Guru Akuntansi SMK Ketintang Surabaya, Salsabillah Wahyu Purnama Putri mengatakan untuk materi kejuruan akuntansi anak-anak diberikan pembekalan tentang penghitungan perpajakan.

“Materinya juga mendatangkan guru tamu. Alhamdulillah, murid-murid sangat tanggap di saat guru tamu memberikan materinya. Karena sebelumnya, kami mengajarkan materi-materi ketika di sekolah, jadi mereka tinggal mereviewnya,” tutur Salsabillah.

Disela-sela pameran tersebut, salah satu wali murid kelas XI DKV 1, Ibu Siska turut hadir menyaksikan kegiatan pameran DKV bertempat di lantai 2 SMK Ketintang Surabaya. Ia menilai, bahwa kegiatan seperti ini harus lebih dikembangkan lagi.

“Sangat bagus ya, kreatif, dan punya bakat siswa siswi SMK Ketintang. Ini harus dipertahankan, supaya anak punya kegiatan positif maupun dapat lebih maju dalam mindsetnya,” pungkasnya. (hyt/nfz/amr)

No More Posts Available.

No more pages to load.