Event Pameran INDIST SAGA SMK Negeri 12 Surabaya Diduga Murid Dikenakan Biaya

oleh -813 views
oleh

SURABAYA || LINTASNUSANTARA.ID – Event pameran INDIST (Interactive in Arts and Technology) SAGA yang diadakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 12 Surabaya pada 16 – 18 Mei 2025 lalu, patut diduga siswa siswi telah dikenakan pungutan biaya.

Disinyalir, para murid membayarkan biaya untuk event pameran tahunan itu bertempat di Balai Pemuda Kota Surabaya selama tiga hari. Dugaan pungutan biaya dalam event pameran, mirisnya siswa siswi tidak mendapat keringanan dan pembayaran biaya sifatnya wajib.

“Kalau pameran INDIST SAGA kemarin, memang ada di kenakan biaya bayar sekitar Rp 400 ribu. Tetap harus membayar rata-rata semua kejuruan. Itupun bersifat wajib,” ujar sumber informasi terpercaya yang namanya enggan dipublikasikan.

“Ada juga biaya pungutan dikenakan bayar itu Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sekitar Rp 425 ribu. Totalnya, kalau sama pameran dan LSP harus bayar sekitar Rp 825 ribu,” ungkapnya sumber.

Kemudian, saat adanya siswa siswi yang kurang mampu, sebut sumber kembali menceritakan, pihak SMK Negeri 12 Surabaya tidak mau tahu, hingga tetap membayar biaya tersebut.

“Tetap sama, harus bayar biaya itu pameran dan SLP dengan cara mengangsur (mencicil) bayarnya,” ucap sumber.

Sementara itu, guna keseimbangan pemberitaan Kepala SMK Negeri 12 Surabaya, Cone Kustarto Arifin menuturkan dengan biaya pembayaran event pameran INDIST SAGA sifatnya tidak wajib.

“Kalau itu, nggak wajib sebenarnya. Boleh iya (bayar) dan boleh tidak (tidak bayar). Tidak di wajibkan,” katanya.

Cone kembali menyebut, bahwa terkait biaya pembayaran tersebut di kelola oleh siswa siswi tiap masing-masing kejuruan.

“Karena memang di kelola siswa semua. Kami hanya mendampingi anak di ajarkan mengorganisasikan suatu pameran,” dalihnya.

Selanjutnya, saat di tanyakan mengenai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) apakah dikenakan pungutan biaya, Cone tetap enggan menjawab. Justru pihaknya mengalihkan, bahwa untuk LSP sebagai bukti anak SMK saat kelulusan membawa bekalnya.

“Bekal ijazah dan sertifikat ini pernah magang,” ucap Cone.

Terpisah, dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai terkait dugaan pungutan biaya tersebut melalui pesan chat WhatsApp tidak merespon.

Saat mencoba di hubungi ponsel WhatsApp Kadindik Aries, terdapat tanda berdering terhubungkan, namun tetap sama enggan menanggapi. (tim/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.